Senin, 05 Maret 2012

INDONESIA, Jangan Kau Lupa...

Berawal dari perbincangan di sebuah situs untuk berkasak-kusuk terbesar di Indonesia, tersentil kuping kebangsaanku.. tenyata tidak semua yang namanya rakyat indonesia itu sungguh-sungguh mencintai negeri tumpah darahnya. berikut sedikit perbincangan batin yang sedang galau (nyontek bahasa alay)....

" Masih banyak sekali bro,, makhluk-makhluk yang tidak puas dan mencaci maki Indonesia negeri tercinta tanah tumpah darah dan tanah penghidupanku. Ironisnya para pelaku itu adalah makhluk-makhluk yang juga mencari makan, mencari hidup, mencari pemuas syahwat, mencari tempat berteduh, mencari tempat mati di Indonesia. Mereka itulah yang Lantang berkata bahwa Indonesia itu amburadul, Indonesia itu brengsek, Indonesia itu rusak, Indonesia itu busuk, Indonesia itu negara yang terkorup dengan sistem pemerintahannya yang berantakan.
Sakit hati ini mendengar makhluk-makhluk tersebut berkata. Seolah mereka sudah tidak membutuhkan Indonesia, seolah mereka tidak pernah merasakan nikmatnya Indonesia. Makhluk-makhluk itu berhanya melihat dan menilai Indonesia dengan mata yang buram, mata yang sakit, mata yang buta.
Apakah mereka tidak pernah berpikir.... dimanakah mereka mendapat makanan? dimanakah mereka mendapatkan tempat berteduh? dimanakah mereka mendapatkan perempuannya? dimanakah mereka menghabiskan hidupnya? dimanakah mereka dikubur ketika mati? Jawabnya INDONESIA..
Jika memang mereka tidak lagi butuh Indonesia, kenapa kalian tidak pergi dari Tanah Indonesia.
Jika memang mereka tidak mendapatkan makan dari Indonesia, kenapa kalian tidak memungut remah-remah diluar Tanah Indonesia.
Jika memang mereka benci pada Indonesia, kenapa kalian tidak menghilang dari Bumi Indonesia.
Jika mereka sudah tidak cinta pada Indonesia lagi, Jangan Mati di TANAH INDONESIA.!!!
Namun, Indonesia Sayang pada mereka!! Indonesia Cinta pada mereka!! Indonesia Peduli pada mereka!!
Walaupun dicaci maki, Indonesia tetap memberi... walaupun di benci diludahi, Indonesia tetap melindungi...
Indonesia tetap merelakan tanahnya di GARAP.
Indonesia tetap merelakan udaranya di HIRUP.
Indonesia tetap merelakan Airnya di TEGUK.
Indonesia tetap merelakan Padinya di TUAI.
Indonesia tetap merelakan Ikannya di KAIL.
Indonesia tetap merelakan Buahnya di PETIK.
Indonesia tetap merelakan Pohonnya di TEBANG.
Indonesia tetap merelakan semua yang dikandungnya untuk AKU, kau, dia dan MEREKA.!!!
Ternyata setelah semua kebaikan Bumi NUSANTARA INDONESIA pada kita, masih pantaskah kita untuk tidak MENCINTAI dan MEMBANGGAKANNYA??"

Mari kita renungkan bersama apa arti kecintaan dan kebanggaan pada bangsa ini.

Jumat, 03 Februari 2012

10 Senjata Tradisional Unik




Sepanjang peradaban, perang tak pernah luput dari sejarah. Dan, ada perang berarti ada senjata untuk mengalahkan lawan. Yang lazim dikenal mungkin panah, tombak, pisau dan jenisnya. Nah, uniknya, ada juga senjata-senjata yang diciptakan dengan bentuk nan aneh. Beberapa diantaranya adalah:


1. Katar
Katar merupakan senjata bangsa India yang membuat pemakainya memiliki cakar seperti Wolverine (ingat salah satu tokoh di film X-Men?). Sekilas, katar seperti pisau tunggal. Namun memiliki tombol yang saat diaktifkan akan membagi pisau menjadi tiga bagian.

2. Zhua
Kalau yang satu ini berasal dari Cina, serupa seperti katar tapi berbeda bentuk. Fungsinya seperti cakar yang bisa menusuk dan melepaskan daging dari tubuh. Zhua lebih sering digunakan untuk menghancurkan perisai musuh.

3. Flying Fire
Flying fire disebut juga Nest of Bees, berasal dari Cina. Bentuknya seperti tabung heksagonal berisi buluh-buluh kayu sebagai anak panah. Berbeda dengan panah biasa, dengan flying fire ini, laju anak panah lebih cepat dan kuat. Hebatnya, bisa sekaligus meluncurkan 32 anak panah sekaligus.

4. Chu Ko Nu
Masih dari Cina, dengan bentuk panah seperti ini pastinya lebih hebat baik dari kekuatan, jangkauan dan kecepatannya. Terakhir digunakan saat perang Sino-Japanese 1894-1895.

5. Chakram
Chakram berbahan dasar logam ini digunakan secara luas oleh Sikh India peringkat tinggi. Berbeda dengan frisbee, chakram dilemparkan vertikal. Dengan tepi yang sangat tajam bisa mengiris lengan atau kaki dengan mudah.

6. Scissor
Pastinya bukan gunting biasa, karena gunting yang satu ini dipakai oleh para gladiator Romawi kuno. Perhatikan gambar, ada tabung panjang dari logam yang dikenakan sang gladiator untuk menutupi tangan mereka, dan bagian atasnya berbentuk setengah lingkaran yang sangat tajam.

7. Macuahuitl
Senjata yang satu ini digunakan bangsa Aztec untuk menangkap musuh atau korban hidup-hidup. Bentuknya seperti pedang dengan pisau cukur yang sangat tajam. Terdapat gerigi-gerigi tajam yang bisa merobek kulit.

8. Kpinga
Suku Azande dari Nubia, Afrika memiliki senjata tradisional yang disebut kpinga. Penggunaannya seperti pisau lempar, panjangnya sekitar 22 inci dan memiliki tiga bilah pisau. Pisau yang mirip alat kelamin pria sebagai simbol kekuatan maskulin pemiliknya. Saat pemilik senjata ini menikah, biasanya kpinga dipersembahkan sebagai hadiah kepada keluarga istrinya.

9. Hook Swords
Biarawan Shaolin di Cina Utara punya senjata yang sangat indah, artistik, namun mematikan. Panjang pedang ini kira-kira 4 hingga 6 meter.

10. Mere Club
Suku-suku Maori di Selandia Baru menggunakan senjata ini yang berbahan dasar batu giok nephrite, untuk menusuk lawannya. Mere Club digolongkan sebagai senjata yang memiliki nilai spiritual tinggi. Setiap Mere Club memiliki nama tersendiri secara turun-temurun. Bahkan, mereka percaya ada kekuatan spiritual di dalamnya.



kalo menurut saya pribadi senjata unik yang bisa banggain yg datangnya dari dalam negeri kita sendiri seperti, ቁጃንግ


  

nah senjata unik pilihan anda apa ?

Selasa, 17 Januari 2012

Pengguna "Headphone" Rawan Kecelakaan Lalin



KOMPAS.com - Headphone atau earphone kini menjadi barang wajib untuk mendengarkan musik di perjalanan. Namun berhati-hatilah saat menggunakannya di kala berjalan kaki. Dalam sebuah laporan di Amerika Serikat terungkap, angka kecelakaan para pejalan kaki yang memakai headphone naik tiga kali lipat sejak tahun 2004.

Para pengguna headphone untuk mendengar musik dari pemutar musik MP3 atau iPod pada umumnya menjadi kurang awas terhadap kondisi lingkungan. Akibatnya cukup fatal, banyak dari mereka yang menjadi korban tabrakan kendaraan.

"Para penggemar MP3 ini kebanyakan remaja. Kami juga menemukan para pengguna headphone lebih rentan tertabrak sehingga cedera bahkan meninggal," kata ketua peneliti Dr.Richard Lichenstein, dari Pediatric Emergency Medicine Research di University of Maryland Children's Hospital.

Dalam penelitiannya terungkap sekitar 70 persen korban mengalami cedera fatal akibat tertabrak mobil, kereta, truk, bis, dan kendaraan lain. "Sekitar 50 persen tertabrak kereta," ungkapnya.

Untuk penelitannya ini, Lichenstein dan timnya menggunakan data U.S National Electronic Injury Surveillance System, U.S Consumer Produc Safety Commision, serta data dari mesin pencari Google untuk mengetahui data kematian dan kecelakaan para pejalan kaki yang memakai headphone antara tahun 2004 sampai 2011.

Selama periode tersebut, ditemukan 116 kasus. Di tahun 2004-2005 hanya dilaporkan 16 kasus, namun angkanya naik tiga kali lipat menjadi 47 kasus pada tahun 2010-2011.  Sekitar dua pertiga korban adalah orang berusia kurang dari 30 tahun dan sekitar 55 persen kejadian adalah tertabrak kereta. Mayoritas kejadian terjadi di kota dan hanya 12 persen yang terjadi di daerah pinggiran.

Para peneliti menemukan 70 persen kasus kecelakaan adalah fatal dan sekitar tiga dari empat saksi mata melihat korban menggunakan headphone saat kejadian. Volume musik yang didengar korban diduga cukup kencang sehingga suara dari sekitarnya tidak terdengar karena kendaraan yang menabrak sempat membunyikan sirine atau klakson (29 persen).

"Memakai headphone bukan hanya membuat kita terdistraksi oleh musik tapi juga suara dari sekitar tidak bisa terdengar," kata Lichenstein. Para pakar menyebut jenis distraksi ini sebagai "kebutaan tidak disadari" (inattentional blindness).

Studi mengenai dampak gangguan pendengaran dan kecelakaan lalu lintas sebelumnya juga diungkap dalam penelitian di Selandia Baru pada tahun 1995. Disebutkan bahwa anak-anak yang menderita gangguan pendengaran berisiko tinggi tertabrak mobil.

Menurut Dr.Carl Schulman, direktur Injury Prevention Education, AS, gangguan pendengaran hampir mirip dengan menggunakan headphone untuk mendengar musik karena suara dari lingkungan tidak akan didengar.

sumber http://health.kompas.com/read/2012/01/17/15272756/Pengguna.Headphone.Rawan.Kecelakaan.Lalin